Talk about finance, investing and everything in between

Trendline Sebagai Basis Investasi Jangka Panjang Dengan Studi Kasus

in Technical Analysis by

Halaman 1: Penjelasan

Halaman 2: Case Study

Biasanya analisa teknikal lebih banyak digunakan untuk trading atau dalam jangka waktu yang pendek. Apakah analisa teknikal juga bisa digunakan untuk long-term investing? Kali ini saya ingin sharing apakah sebuah trendline yang merupakan salah satu metode dalam analisa teknikal bisa digunakan untuk investasi jangka panjang?

Satu hal yang menjadi pertanyaan ketika akan berinvestasi adalah, kapan saatnya untuk membeli? dan kapan saatnya untuk menjual?

Dengan trendline yang digambar dalam chart jangka panjang (monthly/weekly) kita bisa tau support dan resistance suatu saham, dan titik support-resistance itu bisa jadi waktu dimana saatnya membeli atau menjual.

Triknya adalah mencari saham yang dalam uptrend jangka panjang, lalu gambar garis support dan beli saat menyentuh garis support tersebut.

Di bawah ini ada beberapa contoh.

UNTR
UNTR

Dalam chart monthly, trendline support terbentuk sejak akhir 2009, titik tersentuh pada 2013 dan terakhir pada Desember 2014.

HMSP
HMSP

Dalam chart weekly, trendline support terbentuk dari awal 2010, terakhir tersentuh pada awal 2015 ini.

SSIA
SSIA

Dalam chart monthly, trendline support terbentuk dari 2011, terakhir tersentuh pada Oktober 2014.

ASRI
ASRI

Dalam chart weekly, trendline support terbentuk dari awal 2009, terakhir tersentuh pada akhir 2014.

Diatas beberapa contoh saham yang selalu rebound saat menyentuh trendline support. Trendline support itu sendiri bisa terdiri dari beberapa support. Seperti contoh dibawah ini.

BBRI
BBRI

Garis warna hijau adalah support yang terbentuk dari 2009, warna merah support yang terbentuk dari pertengahan 2013 dan warna putih support dari akhir 2014. Titik membeli jadi ada 3, saat menyentuh warna putih, merah atau hijau. Jika seperti ini disesuaikan dengan kondisi makro dan perusahaan pada saat menyentuh support, apakah kinerja perusahan memburuk? perusahan mendapat isu negatif? atau kondisi makro Indonesia memburuk? Jika iya, lebih baik menunggu di support berikutnya.

Contoh lain.

PGAS
PGAS

Garis warna hijau adalah support yang terbentuk dari 2004, warna merah support yang terbentuk dari akhir 2008 dan warna putih support dari 2011. Ketika mendekati garis putih PGAS sedang diterpa isu negatif dan kinerja keuangan yang melambat. Jadi lebih baik menungu PGAS di garis merah.

CTRA
CTRA

Garis warna hijau adalah support yang terbentuk dari akhir 2008, warna merah support yang terbentuk dari pertengahan 2011 dan warna putih support dari akhir 2013.

Tapi tentu saja metode ini bukan sebuah “holy grail”, ada beberapa saham yang garis trendline support-nya tertembus. Contohnya seperti ADMF.

ADMF
ADMF

Trendline terbentuk sejak awal 2009, akhir 2014 trendline ditembus.

Itu dulu share tentang garis trendline dalam uptrend sebagai salah satu metode dalam investasi jangka panjang. Silahkan share pendapat dan share ke media sosial teman-teman. 🙂

Link untuk belajar tentang trendline.

Stockcharts – Trendline

Page 2 berisi beberapa case study chart beberapa saham.

Jika ingin request chart untuk case study bisa mention via Stockbit atau Twitter saya.

Facebook Comments

please insert your comment

Latest from Technical Analysis

Shares
Go to Top