Preparation vs Prediction

in Others by

Di dalam dunia keuangan orang yang selalu bisa memprediksi suatu kejadian dengan tepat akan dianggap sebagai dewa. Banyak orang membuat prediksi keadaan suatu aset keuangan dalam 1, 3 atau 10 tahun kedepan akan seperti apa. Tetapi prediksi dari orang yang paling jenius pun pada akhirnya hanya “educated guess“. Philip Tetlock dalam bukunya Superforecasting: The Art and Science of Prediction menyebutkan bahwa bahkan orang yang mengklaim “ahli” dalam suatu bidang probabilitas kebenaran prediksinya tidak beda jauh dengan orang biasa.

Maka dari itu, persiapan untuk menghadapi suatu event jauh lebih penting dari prediksi kapan event tersebut terjadi. Sama seperti bencana alam, kita tidak bisa memprediksi dengan tepat kapan dan seberapa besar gempa bumi terjadi, tetapi kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi gempa bumi.

Dalam topik investasi saham, persiapan juga yang membedakan investor yang sukses dan yang gagal. Warren Buffett adalah salah satu contoh, kita jarang mendengar WB membuat suatu prediksi akan suatu kejadian. Tapi WB selalu bersiap untuk menghadapi semua event di pasar saham, pada 2007 sebelum global financial crisis Berkshire sudah bersiap dengan USD 47 milyar. Pada saat bursa saham jatuh, WB punya cukup dana untuk membeli Goldman Sachs, GE dan BNSF. Pada 2017, Berkshire sudah bersiap dengan USD 90 milyar meskipun saat ini bursa saham pada level tertinggi.

Berkshire cash

Kasus kegagalan karena investor terlalu mengandalkan prediksi daripada persiapan bisa diliat dari kegagalan Bill Ackman beberapa tahun kebelakang. Pada 2015 dia sangat yakin bahwa harga saham herbalife akan menjadi $0 dalam setahun kedepan, sehingga dia short saham herbalife. Dia tidak mempersiapkan jika prediksinya salah. Begitu juga dengan Velant, Bill Ackman memprediksi Valeant bisa mencapai harga $330, dia membeli Valeant dengan rata-rata harga $196, tapi akhirnya dia menjual di harga $12.

Dari 2 contoh diatas, kita harus melatih diri kita untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan di bursa saham. Jika saham X naik kita harus apa, jika turun kita harus apa.

Facebook Comments

please insert your comment