Menyusun Portfolio Saham Menggunakan Indeks

in Portfolio by

Pertanyaan paling utama ketika akan berinvestasi di saham adalah “beli saham apa ya?”.

Salah satu dari banyak cara untuk menyeleksi saham apa yang harus dibeli adalah dengan menggunakan indeks. Ada banyak indeks dalam bursa saham Indonesia, yang paling dikenal adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terdiri dari hampir seluruh saham dalam bursa. Yang banyak dikenal lagi adalah LQ45 dan IDX30 yang terdiri dari 45 saham dan 30 saham dengan market cap terbesar dan liquid. Buat yang hanya membeli saham syariah juga ada indeksnya sendiri yaitu Jakarta Islamic Index (JII). Tiap sektor usaha dalam bursa juga ada indeksnya masing-masing, ada 9 indeks sektoral yaitu AGRI, BASIC-IND, CONSUMER, FINANCE, INFRASTRUCTURE, MINING, MISC-IND, PROPERTY dan TRADE. Lalu ada lagi indeks yang dibuat oleh media atau perusahaan yang disebut indeks konstituen, seperti KOMPAS 100, INVESTOR 33, PEFINDO 25, BISNIS-27, dan lain-lain.

Dari semua indeks ini kita bisa menyeleksi saham apa yang harus dibeli. Caranya? Pertama, liat return historis dari tiap-tiap indeks konstituen. Lalu, liat juga return dari tiap-tiap indeks sektoral. Berikut gambaran bagaimana melakukannya.

Di contoh ini saya coba melihat return indeks konstituen dari awal mereka dibuat (since inception) dan sejak 1 Januari 2010 untuk beberapa indeks yang returnnya cukup baik.

Return indeks (1)
Return indeks (1)

Dari hasil seleksi awal indeks konstituen ada 3 yang hasilnya cukup baik, BISNIS27, LQ45 dan PEFINDO25. Dari ketiga indeks ini mari kita lihat saham penyusunnya ada apa saja? Klik di nama indeksnya untuk melihat.

BISNIS 27, LQ45, PEFINDO25.

Secara garis besar kita akan mendapat 97 saham, itu sudah lebih baik dari 400 lebih saham dalam bursa kita. Dari 97 saham ini coret saham yang sama, ada 25 saham yang sama antara LQ45 dan BISNIS27, tersisa 72 saham.

Selanjutnya mari lihat return historis indeks sektoral.

Return indeks (2)
Return indeks (2)

Sengaja saya lihat dari 2008 karena dari periode itu sampai sekarang sudah melewati krisis keuangan global dan boom-bust pertambangan dan cpo. Dari hasil diatas bisa diliat yang performanya paling baik adalah CONSUMER, berikutnya secara berurutan adalah MANUFACTURE, FINANCE, MISC-IND, TRADE, PROPERTY, BASIC-IND dan INFRASTRUTURE.

Dari hasil ini, kita akan mengeliminasi saham mining dan agriculture dari 72 saham yang kita dapat sebelumnya. Jika saya tidak salah ada 8 saham, lalu kita akan mendapatkan 64 saham.

Selanjutnya ada 2 pilihan yang bisa dilakukan, pilihan pertama adalah membeli ke-64 saham itu dengan cara memprioritaskan saham CONSUMER, lalu MANUFACTURE dan selanjutnya, sesuai dengan urutan return. Pilihan kedua adalah dengan melakukan seleksi rasio keuangan dari ke-64 saham tersebut, saham dengan rasio keuangan yang buruk seperti DER yang terlalu tinggi atau ROE yang rendah akan kita coret.

Cara ini hanya satu diantara banyak cara untuk menyeleksi saham yang layak dibeli dan tentu bukan cara yang terbaik, setidaknya buat pemula kita tau dimana untuk memulai :peace :))

 

Facebook Comments

please insert your comment