Mengevaluasi Laba Ditahan (Retained Earnings)

in Fundamental Analysis by

Unrestricted earnings should be retained only where there is a reasonable prospect – backed preferably by historical evidence or, when appropriate by a thoughtful analysis of the future – that for every dollar retained by the corporation, at least one dollar of market value will be created for owners. This will happen only if the capital retained produces incremental earnings equal to, or above, those generally available to investors. – Warren Buffett, 1984

Laba ditahan (Retained Earning) disingkat RE adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk membiayai ekspansi dari perusahaan selain mencari utang, menerbitkan obligasi, atau melepas saham. RE didapat dari laba (net income) perusahaan. Ada dua hal yang bisa dilakukan perusahaan dengan laba.

  1. Membagikan dividen dari ke investor, dalam bentuk kas, buybacks atau saham bonus.
  2. Menggunakan laba untuk meningkatkan profitabiltas perusahaan atau menahan laba.

Jika belajar manajemen keuangan, salah satu masalah mendasar dari hubungan manajemen adalah agency theory, hubungan antara principal (owner/investor) dengan agent (manajemen perusahaan). Tentu principal ingin memaksimalkan keuntungan dari modal yang ditanamkan, dan agent seharusnya bertindak dengan tujuan memaksimalkan keuntungan principal. Tetapi, kadang agent bertindak untuk keuntungannya sendiri atau pihak lain. Jadi, untuk beberapa kasus, principal lebih memilih untuk mendapatkan dividen dari laba perusahaan daripada menginvestasikan kembali laba ke perusahaan.

Dari RE kita bisa melihat seberapa efektif dan efisien manajemen memaksimalkan RE tersebut bagi perusahaan, caranya adalah dengan melihat berapa pertumbuhan laba dalam berapa tahun terakhir lalu dibagi dengan akumulasi RE selama periode tahun tersebut. Ini biasa dinamakan Return on Retained Earnings (RORE).

RORE = pertumbuhan laba selama periode N/akumulasi retained earning selama periode N

Misal dari 2010-2014 laba bertumbuh dari Rp 50/saham menjadi Rp 100/saham atau tumbuh Rp 50 per saham, sedangkan akumulasi RE selama periode tersebut adalah dari Rp 25/saham. Jika laba bertumbuh Rp 50 per saham dibagi akumulasi RE Rp 25 per saham maka akan mendapatkan RORE sebesar 2 atau 200%. Dengan kata lain, setiap Rp 1 yang menjadi laba ditahan, manajemen berhasil menggunakannya untuk meningkatkan laba sebesar Rp 2.

Berikut dibawah ini hasil perhitungan laba bertumbuh/RE dari 10 perusahaan dengan market cap terbesar di Indonesia.

Semakin besar RORE maka mengindikasikan sebaiknya perusahaan menginvestasikan kembali labanya dibanding membagikan dividen. Sebaliknya, jika RORE semakin rendah sebaiknya perusahaan membagikan laba sebagai dividen. Jadi ketika kita menemukan RORE yang rendah tetapi perusahaan tidak membagikan dividen, atau payout ratio-nya rendah berarti manajemennya kurang efektif memaksimalkan laba dan kita harus mempertanyakan keputusan tidak membagikan dividen.

Screen Shot 2015-09-15 at 9.11.08 AM

Bisa dilihat perusahaan dengan RORE paling besar adalah Unilever (UNVR) karena UNVR ini setiap tahun selalu membagikan hampir semua labanya sebagai dividen tetapi tetap mampu meningkatkan laba. Mari kita lihat data UNVR ini. Dari 2010-2014 laba bersih UNVR (dalam EPS) bertumbuh dari 443.6 per saham menjadi 752.1 per saham atau meningkat sebesar 308.5 per saham. Sedangkan RE UNVR dari 2010-2014 hanya meningkat dari 507.60 per saham menjadi 580.07 per saham atau hanya meningkat 72.47 per saham. Alhasil jika laba bertumbuh UNVR sebesar 308.5 per saham dibagi dengan akumulasi RE yang hanya 72.47 per saham akan didapat hasil 4.25 atau 425%. Dengan kata lain setiap Rp 1 laba yang ditahan oleh UNVR, manajemennya mampu meningkatkan laba UNVR sebesar Rp 4.25. Sangat baik.

Jika kita melihat saham 4 saham bank terbesar, yang memiliki RORE paling baik adalah Bank BNI (BBNI).

Bagaimana dengan RORE saham favorit teman-teman? Silahkan hitung sendiri :p

Artikel lebih lanjut:

Warren Buffett Secret – Retained Earnings

The Mysterious Disappearance of Retained Earnings – Harvard Business Review

Facebook Comments

please insert your comment

Tags: