Mengenal Cigar-Butt Investing

in Others by

Apa itu cigar-butt investing? Simple, membeli saham yang undervalued diliat dari (biasanya) price-to-book value (PBV) ratio. Biasanya saham yang undervalued memiliki PBV dibawah 1x yang artinya harganya saat ini lebih kecil dari book value.Teknik investasi ini dikenalkan oleh Benjamin Graham yang tidak lain basis dari value investing. Warren Buffett (WB) pada awalnya menggunakan teknik ini sampai akhirnya berhenti menggunakannya. Kenapa?

Seringnya, saham dengan PBV dibawah 1 adalah perusahaan yang kecil yang sedang bermasalah, bisa dari industrinya yang sudah tidak atraktif lagi, atau produk atau manajemennya bermasalah. Masalah yang dihadapi ini terefleksi ke harga sahamnya sampai dibawah harga jika perusahaan itu dilikuidasi (dibawah book value), jadi jika jelek-jeleknya perusahaan bangkrut, investornya masih bisa mendapatkan sedikit profit. Strategi ini bekerja sangat baik untuk WB sampai pada titik WB membeli Berkshire. Saat itu dia menyadari bahwa lebih baik membeli perusahaan yang sangat bagus diharga yang normal daripada membeli perusahaan biasa saja diharga yang sangat murah.

Menurut WB strategi ini lebih cocok untuk investor retail yang kecil, tetapi semakin besar dana yang dikelola maka akan semakin sulit untuk mengikuti teknik ini.

quote-it-s-far-better-to-buy-a-wonderful-company-at-a-fair-price-than-a-fair-company-at-a-warren-buffett-4-6-0661

Di bursa Indonesia sendiri, jika ingin membeli saham hanya berdasarkan PBV atau PER maka akan sangat mudah, saat ini ada sekitar 80 saham dengan PBV di bawah 0.5x dan 176 saham dengan PBV di bawah 1x, beberapa diantaranya Bank CIMB Niaga (BNGA), Bank Panin (PNBN), Krakatau Steel (KRAS), Indika Energi (INDY), Medco Energi (MEDC), Agung Podomoro (APLN) dan Indah Karya Pulp & Paper (INKP). (baca: Indah Kiat Pulp & Paper – Promising or Not? dan Agung Podomoro Land (APLN): Good or Bad?)

Saham dengan PBV di bawah 1x
Saham dengan PBV di bawah 1x

Dilihat dari PER juga saat ini ada 82 perusahaan dengan PER dibawah 10x dan 140 perusahaan dengan PER dibawah 15x termasuk diantaranya Bank BRI (BBRI), Bank BNI (BBNI) dan Perusahaan Gas Negara (PGAS).

Perlu diingat jika berinvestasi menggunakan teknik cigar-butt ini harap berhati-hati dengan value trap. (baca: Mengindentifikasi Value Trap)

 

Beberapa artikel terkait Cigar-Butt Investing:

Should You Invest in Cigar Butt Stocks

Ben Graham and Warren Buffett On Cigar Butt Investing

Facebook Comments

please insert your comment