All About IHSG: Melihat Valuasi Saham Indonesia 10 Tahun Terakhir

in All About IHSG by

Proses valuasi suatu saham adalah proses yang “tricky”. Saham yang setelah kita valuasi “mahal” ternyata bisa lebih mahal lagi, dan saham yang kita valuasi “murah” ternyata bisa lebih murah lagi. Melihat kondisi pasar sekarang yang sudah terkoreksi cukup dalam, sepertinya menarik untuk melihat bagaimana valuasi saham Indonesia 10 tahun terakhir. Semua data diambil dari laporan IDX. Kita akan melihat dari Price To Book Value (PBV) dan Price Earning Ratio (PER) dari tiap sektor dalam industri di Indonesia. Warna merah menunjukan PBV/PER yang rendah dan semakin kearah warna hijau maka menunjukan semakin tinggi PER/PBV.

Untuk PBV.

  • merah = PBV < 1
  • orange = PBV 1 – 2
  • kuning = PBV 2 – 4
  • hijau muda = PBV 4 – 6
  • hijau tua = PBV > 6
  • biru = PBV minus
PBV 1/2
PBV 1/2
PBV 2/2
PBV 2/2

Saya akan membahas beberapa hal menarik yang saya temukan, silahkan comment kalo teman-teman menemukan hal menarik lainnya.

  1. Sektor dengan PBV yang selalu rendah (merah-orange) cenderung tetap rendah, seperti pulp & paper, textile & garment, electronics dan houseware.
  2. Untuk industri mining, valuasi sektornya bertolak belakang pada akhir-akhir ini, untuk coal valuasi PBV akhir-akhir ini menjadi rendah sedangkan crude petroleum & gas production dan metal & mineral mining menjadi tinggi.
  3. Untuk sektor cement, PBV-nya dari 2006 berfluktuatif dan sejak 2012 semakin menurun. Kesempatan?
  4. Untuk sektor tobacco, PBV sekarang relatif lebih rendah dari PBV 2012-2014. Kesempatan?
  5. Untuk sektor pharmaceuticals dan khususnya cosmetic & households, PBVnya turun cukup drastis di Q2 2015. Kesempatan?
  6. Untuk sektor real esatate & property mirip dengan sektor cement, PBVnya berfluktuatif dan cenderung menurun sejak 2012
  7. Untuk sektor bank juga sama, PBVnya cenderung menurun dari 2010, padahal profitnya terus meningkat.

Untuk data PER akan segera diupdate.

Facebook Comments

please insert your comment

Tags: