Talk about finance, investing and everything in between

Kenapa Kita Berinvestasi?

in Others by

quote-our-stay-put-behavior-reflects-our-view-that-the-stock-market-serves-as-a-relocation-center-at-warren-buffett-214534Ada berbagai macam alasan kenapa orang melakukan sesuatu, entah itu baik atau buruk. Alasan itu bisa juga menjadi tujuan dari hal yang kita perjuangkan. Tanpa tujuan dan alasan kita bakal kehilangan arah, sama seperti kapal di lautan, normalnya kapal mempunyai rute dari A ke B, jika kapal ga punya tujuan dia hanya mengapung di lautan.

Sama dengan investasi, tujuan kita harus jelas, apa yang ingin dicapai dengan kita investasi? Apakah untuk masa setelah pensiun? Untuk menyekolahkan anak? atau tujuan lain? Untuk kebanyakan orang termasuk saya, saya berinvestasi, khususnya di saham atau reksadana karena saya punya uang lebih yang belum terpakai saat ini dan untuk nilai uangnya tidak turun (karena inflasi) lebih baik saya investasikan.

Slide11

Kenapa alasan atau tujuan dalam investasi itu penting? Karena dalam jangka pendek, ga ada yang tau harga saham atau nilai investasi itu akan naik atau turun, tapi dalam jangka panjang tentu nilai investasi akan naik (jika investasinya benar). Balik lagi ke perumpamaan kapal di lautan, kita berangkat dari A ke B, selama perjalanan ga ada yang tau kondisi cuaca dan ombak selama perjalanan bakal bagaimana, tapi jika kita tekun, hati-hati dan punya tujuan untuk mencapai B maka kita akan sampai pada akhirnya.

Saham coca cola sebagai contoh, pada saat IPO tahun 1919 harganya sekitar 40 dollar, setahun kemudian tahun 1920 harganya turun sampai sekitar 19 dollar, coba kita posisikan kita membeli pada saat IPO. Apakah kita ga takut ketika harta kita berkurang setengah? Lalu coba jika pemegang saham coca cola kita kasih tau dalam beberapa tahun kedepan akan ada great depression terus perang dunia kedua, 90% pasti akan menjual saham coca cola. Pada saat itu juga kita ga tau kalo coca-cola bakal mendunia dan menjadi global brand. Tapi dari 1919 sampe 1931 saja return saham coca-cola sudah 1000% lebih dan dari 1919 sampe 2012 satu saham coca-cola seharga 40 dollar akan bernilai 9,8 juta dollar di 2012.

ASTRA_International

Contoh lain pada saat krisis keuangan global, Indonesia juga kena dampaknya, misal pada saat itu kita tau kalo Astra International (ASII) adalah perusahaan yang bagus, berhasil melewati krisis 1998 dan pada tahun 2007 kondisi keuangannya cukup baik. Kita lalu membeli saham ASII di akhir 2007 di harga 2700, setahun kemudian harganya turun 78% sampai ke terendahnya 940. Pada saat itu krisis keuangan global, kondisi ekonomi tidak jelas, tentu kita akan panik, dan menjual saham ASII. Tapi jika kita sabar, fokus dan tujuan investasi kita jelas untuk jangka panjang maka kita tidak menjual. Jika kita melihat kondisi ASII sendiri pada 2008 net incomenya masih naik dari Rp 6.5 T di 2007 menjadi Rp 9.1 T di 2008.

 

Net income ASII
Net income ASII

Sampe November 2015 kita sudah mendapat return sekitar 120% (asumsi beli di 2007 pada harga 2700 dan tidak membeli lagi). Hampir sama dengan post saya dalam Investasi Tanpa Keberuntungan. Bahkan jika kita masuk pada saat terburuk kita masih mampu melipatgandakan kekayaan kita, apalagi dengan metode Dollar Cost Averaging. Tapi memang kebanyakan kita tidak seperti itu, ada satu penelitian, kebanyakan orang masuk ke reksadana pada saat performnya bagus dan saat titik puncak (market peak), tidak lama kemudian harganya turun lalu kita akan menjual pada saat harga rendah, dan terus seperti itu. (Baca: Disposition Effect: Sell Winners, Hold Losers). Belum lagi dengan jaman internet, kita bisa dapet segala macam informasi, entah benar atau salah 24 jam sehari 7 hari seminggu, non stop. Dengan kata lain noise dimana-mana. Menurut suatu penelitian (di AS) average holding period investor saham turun drastis dari sekitar 7 tahun di 1940 menjadi hanya 5 hari di 2010. Tapi seperti kata Warren Buffett “Our stay-put behavior reflects our view that the stock market serves as a relocation center at which money is moved from the active to the patient”

quote-understanding-both-the-power-of-compound-interest-and-the-difficulty-of-getting-it-is-charlie-munger-102-43-15

Ga ada yang bilang ini mudah dan memang ga ada jalan yang mudah untuk berhasil. Buktinya hanya ada satu Warren Buffett. Tapi dengan fokus, sabar, disiplin dan punya tujuan yang jelas, insya allah setidaknya kita bisa jadi lebih baik dari sekarang, ga hanya di investasi tapi juga dalam hidup. :peace

Facebook Comments

please insert your comment

Tags:

Latest from Others

High Risk = High Gain?

Tentu kita sering mendengar kata-kata “high risk equal to high gain” atau
Shares
Go to Top