Clean Coal Technology, is it just a myth?

in Energy/Random Talk by

Kemaren gue ke toko buku, pas lagi di bagian majalah, nemu National Geographic edisi April yang menarik. Topiknya “MUNGKINKAH BATU BARA BERSIH?”. Energy emang salah satu topic yang menarik buat gue, apalagi energy yang ramah lingkungan, murah dan apalagi renewable energy atau energy dari sumber daya yang sangat melimpah.

Batu bara sudah memenuhi dua kriteria, jumlahnya yang banyak dan murah, tapi SANGAT tidak ramah lingkungan. Mulai dari penambangan sampai limbah dari penggunaan batu bara yaitu CO2. Di Natgeo ini basically ngebahas gimana limbah CO2 ini bisa dihilangkan atau setidaknya dikurangi.

Di Natgeo dijelasin cara yang saat ini paling memungkinkan adalah dengan mengubah CO2 jadi semacam liquid lalu disuntikkan kedalam tanah dibawah lapisan batuan, biasanya di sumur minyak atau gas, CO2 yang disuntikkan di sumur minyak atau gas katanya juga bisa membantu mengangkat sisa minyak dan gas yang masih didalam semakin keatas.

carbon-capture-geological-storage-illustrated-diagram-power-plant-pipe-underground-injection-co2-transportation-carbon-dioxide-natural-gas-production-utilities-compression-rock-crosssection-image

Yang jadi masalah proses ini masih cukup mahal dan tetap ada resiko berbahaya, antara lain kebocoran gas CO2 yang tembus dari retakan tanah, dan bisa menimbulkan gempa bumi. Mengingat Indonesia yang banyak gunung berapi, sepertinya proses ini jadi makin bahaya. Di Eropa, gas CO2 ini disuntikkan ke dalam The North Sea. Mungkin ini bisa jadi penyebab munculnya Kaiju di film Pacific Rim :p

Ada teknologi baru yang katanya bisa menghilangkan CO2 sampai 90%, yaitu dengan gasifikasi batu bara, jadi sebelum digunakan biasanya batu bara dihancurkan menjadi serbuk nah dengan gasifikasi, batu bara diubah menjadi synthetic gas. Tapi ini masih pilot project dan belum ada pembangkit yang menggunakan teknologi ini.

Andai CO2 sudah ga jadi masalah pun, batu bara masih belum ramah lingkungan karena penambangan yang mungkin menghancurkan hutan dan debu penambangan yang menyebabkan penyakit black lung, belum lagi kemungkinan tambang yang runtuh. Sampai saat ini sih batu bara bersih sepertinya masih cuma jadi mitos.

Bahan bacaan: 

National Geographic Indonesia edisi April 2014.

“Clean Coal” Technologies, Carbon Capture & Sequestration artikel dari World Nuclear Organization. Disini lengkap dijelasin mulai dari  Managing wastes from coal,  Capture & separation of CO2,  Storage & sequestration of carbon dioxide, sisi ekonominya sampai teknologi gasifikasi.

Could ‘Clean Coal’ Finally Live up to Its Name? artikel dari Smithsonian.

CLEAN COAL RESEARCH artikel dari US Department of Energy. Banyak artikel tentang teknologi-teknologi yang bisa membuat batu bara bersih.

Facebook Comments

please insert your comment