Talk about finance, investing and everything in between

Category archive

Stock Pick - page 2

Jasa Marga (JSMR): Bargain & Relatively Safe Stock

in Stock Pick by

Yang menarik adalah jika kita melihat pertumbuhan market capital dari JSMR, Waskita (WSKT) dan Pakuwon (PWON). Pada 2013 market cap JSMR sudah di sekitaran Rp 30-40T sedangkan WSKT dan PWON masih di sekitar Rp 5-10T dan Rp 10-20T. Tapi pada saat ini, market cap WSKT dan PWON diatas market cap JSMR. Apa penyebabnya?

Market cap jsmr, wskt dan pwon
Market cap jsmr, wskt dan pwon

Salah satu yang bisa jadi alasannya adalah pertumbuhan net income. Net income JSMR stagnan di sekitar Rp 1.3-1.5T (TTM) baru pada kuarter kedua tahun ini JSMR mencetak net income tertinggi sejak 2013. Sebaliknya PWON dan WSKT sejak 2013 net income-nya hampir selalu naik dari tahun ke tahun.

Net income jsmr, wskt dan pwon
Net income jsmr, wskt dan pwon

Sedangkan secara PBV JSMR pada saat ini relatif murah dibanding WSKT dan PWON ataupun saham lain dengan market cap Rp 20-40T dan juga jika melihat histori PBV JSMR sendiri.

PBV JSMR vs lainnya
PBV JSMR vs lainnya
PBV JSMR
PBV JSMR

Lalu seperti yang kita tau, pemerintah sedang menggiatkan pembangunan infrastruktur salah satunya jalan tol, sebagai BUMN, JSMR menjadi garda terdepan untuk membangun jalan tol. Pertanyaannya apakah JSMR mampu secara finansial? Untuk berekspansi, masih ada cukup ruang untuk JSMR setelah penerbitan Right Issue (RI) untuk menerbitkan obligasi atau mencari hutang, meskipun DER terus naik tetapi secara Interest Coverage Ratio (ICR) JSMR masih aman (di atas 1x). JSMR juga bisa mencari dana untuk berekspansi dengan menjualan kepemilikan minoritas di konsensi jalan tol ataupun menerbitkan Efek Beragun Aset (EBA), opsi penerbitan EBA ini sempat muncul pada tahun 2004 tetapi tidak ada berita kelanjutannya. Asumsi kasar, DER saat ini 1.8x, jika ekuitas tetap maka JSMR masih bisa menerbitkan obligasi atau hutang sampai kurang lebih Rp 9T dan DER akan ada di posisi 2.5x, seharusnya masih cukup aman untuk perusahaan sekelas JSMR. Sedangkan per Q2 2016 hak pengusahaan jalan tol JSMR senilai Rp 28T, jika JSMR menjual 20% dari hak pengusahan tersebut maka masih bisa mendapat sekitar Rp 5.5T.

DER dan ICR JSMR
DER dan ICR JSMR

Lalu bagaimana dengan valuasi JSMR? Jika melihat pada PBV saja, mean PBV selama 3 tahun adalah 4x. Jika sekarang PBV JSMR 4x maka harga berada di sekitar Rp 6,400.

Jadi apakah ada peluang untuk JSMR mencapai harga Rp 6,400 itu? Jawabannya: tentu saja, ditargetkan per 2019, panjang jalan tol yang dikelola JSMR mencapai 986 km dan tidak menutup kemungkinan untuk bertambah. 2019 sendiri akhir jabatan Jokowi-JK, jika Jokowi bisa menjabat 2 periode maka mungkin 2024 panjang jalan tol JSMR bisa menjadi 2000km :p

screen-shot-2016-10-13-at-9-33-40-am

Sesuai dengan judul, selain JSMR sebagai “bargain stock” juga “relatively safe stock”. Kenapa? Karena apapun yang terjadi orang pasti menggunakan produk JSMR yaitu jalan tol bahkan di saat salah satu periode terburuk negara ini (1997-1998) seperti ditunjukan chart di bawah. Seperti kata Buffett “Only buy something that you’d be perfectly happy to hold if the market shut down for 10 years“.screen-shot-2016-10-13-at-9-36-04-am

Disclosure: Penulis mempunyai saham JSMR

Analisa perusahaan saya yang lain: 

Waskita Karya – The Integrated Construction Company

Indah Kiat Pulp & Paper – Promising or Not?

Adira Dinamika Multi Finance: Dividend Play

6 Reasons To Buy Ultrajaya (ULTJ)

Analisa lain terkait JSMR:

Jasa Marga Menjelang Right Issue: Peluang! – Teguh Hidayat

9M 2016 Update

Laba bersih JSMR per 9M 2016 naik dari Rp 830 M menjadi Rp 1.2 T  atau 48.3% yoy, sedangkan pendapatan naik dari Rp 6.2 T menjadi Rp 10.7 T atau 71.5% yoy. Tetapi gross margin turun dari 36.2% menjadi hanya 28%, untungnya net margin tidak terlalu turun dari 13.3% menjadi 11.5%. Berikut valuasi JSMR menggunakan data laporan keuangan per 9M 2016.

Valuasi JSMR
Valuasi JSMR

6 Reasons To Buy Ultrajaya (ULTJ)

in Stock Pick by

Manajemen yang solid dengan orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya dan kepemilikan insider (pemilik yang juga masuk dalam jajaran manajemen) keluarga Prawiradijaja.

Untuk saat ini, manajemen perseroan terlihat dalam kondisi yang baik dengan orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya. Sebagian besar saham ULTJ dimiliki oleh keluarga Prawiradijaja. Komposisi pemegang sahamnya juga tidak banyak berubah, dari 2008

Screen Shot 2015-11-02 at 3.00.27 PM

Screen Shot 2015-10-31 at 9.17.06 AM

Perusahaan juga jarang melakukan right issue (menerbitkan saham baru), terakhir tahun 2004, itu artinya perusahaan cukup baik mengatur keuangan dan mengambil hutang untuk membiayai operasi dan ekspansi.

Screen Shot 2015-11-06 at 8.32.18 AM

Memiliki produk yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Screen Shot 2015-10-31 at 9.18.00 AMDua produk andalan ULTJ dan juga penyumbang pendapatan terbesar, susu UHT dan teh RTD dalam karton (teh kotak) mempunyai pangsa pasar yang sangat baik (bisa dilihat dari chart di atas). Susu Ultramilk adalah susu cair dengan pangsa pasar terbesar nomor 1 di Indonesia, dan teh kotak adalah teh RTD dengan pangsa pasar terbesar nomor 4 di Indonesia. Produk-produk ULTJ juga telah mendapatkan banyak penghargaan sebagai brand terbaik di Indonesia.

Kemampuan menjalin kerjasama dengan perusahaan lain dan melakukan integrasi vertikal terhadap rantai suplainya.

Perusahaan giat menjalin kerjasama (JV) dengan perusahaan consumer goods lain seperti dengan Kraft dan Morinaga, Unilever dan terakhir dengan Ito En. Kerjasama ini baik untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Melihat penjualan Buavita ke Unilever maka kedepannya tidak menutup kemungkinan ada brand perusahaan lain yang mungkin akan dijual.

ULTJ menjalin kerjasama dengan Koperasi Peternak Susu (KPBS) di Bandung dan punya kerjasama perternakan percontohan, juga joint venture peternakan di Berastagi, Sumatera Utara yang dalam materi public expose dinyatakan akan mempunyai 23.000 ekor sapi (11.800 ekor di 2016). KPBS sendiri penyalur susu untuk 3 perusahan dairy besar di Indonesia, Ultrajaya, Frisian Flag dan Indolakto (Indofood).  Dua kerjasama ini diharapkan dapat paling tidak menjaga gross margin ULTJ atau lebih baik lagi, menaikan gross margin.

Konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih rendah.

Melihat data konsumsi susu per kapita Indonesia yang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain maka prospek usaha kedepan dan pertumbuhan ULTJ masih cukup baik.Screen Shot 2015-10-31 at 9.19.24 AM

PBV dan PE yang dibawah rata-rata 3 dan 5 tahun, juga rasio-rasio keuangan yang lebih baik dari perusahaan makanan dan minuman lain.

Screen Shot 2016-07-13 at 8.14.52 AM Screen Shot 2016-07-13 at 8.15.12 AM Screen Shot 2016-07-13 at 8.19.41 AM Screen Shot 2016-07-13 at 8.20.51 AM

Kemampuan untuk selalu mencetak laba dan laba yang terus naik.

Pada 2015 ULTJ mencetak record profit sebesar 534,7 Milyar Rupiah, dan sejak 2009, profit ULTJ naik dan hanya turun pada 2013-2014.

Earning Growth (2)

 

Supaya seimbang, berikut beberapa alasan untuk mempertimbangkan kembali jika ingin membeli ULTJ.

Berkompetisi di pasar yang sangat kompetitif.

Pasar untuk produk teh dalam kemasan (botol dan karton) sangat kompetitif, begitu juga pasar untuk produk susu dalam kemasan. ULTJ saat ini unggul dalam produk teh dalam kemasan karton tetapi tertinggal pada produk teh dalam kemasan botol. Untuk produk susu dalam kemasan juga ada 4 pemain besar lain yaitu indolakto (indomilk), frisian flag, milo dan real good.

Keberlanjutan jajaran manajemennya.

2 dari 3 direktur ULTJ berasal dari keluarga Prawiradijaja, dan keduanya sudah cukup berumur, sedangkan dalam jajaran manajemen senior belum ada yang berasal dari keluarga Prawiradijaja. Apakah selanjutnya tidak ada keluarga Prawiradijaja lagi yang duduk dalam jajaran direktur? Jika ada, melihat mereka belum masuk dalam jajaran manajemen senior apakah akan sebaik yang sekarang?

Laba yang kurang stabil dan bukan perusahaan yang rajin membagi dividend.

Pada awalnya ULTJ merupakan perusahaan yang rajin membagi dividend, tetapi sejak negara api :p (krisis 97-98) menyerang ULTJ hanya membagi saham pada tahun tertentu saja. Sejak krisis sepertinya ULTJ hanya membagi dividend pada saat net incomenya turun seperti tahun 1999, 2002 dan 2005.

Dividend

Pergerakan saham yang kurang aktif.

Saham masyarakat memang cukup tinggi, yaitu sekitar 35% dari saham outstanding, tetapi volume hariannya sangat kecil.

 

Note: Per 1Q2016 profit ULTJ sebesar 169 Milyar Rupiah, naik 11.6% dari 1Q2015, jika berlanjut, maka tahun ini ULTJ akan mencetak record profit lagi. Return ULTJ dalam 3 tahun terakhir juga relatif rendah jika dibandingkan dengan perusahaan consumer goods lainnya.

Return consumer goods
Return consumer goods

Analisa perusahaan saya yang lain: 

Waskita Karya – The Integrated Construction Company

Indah Kiat Pulp & Paper – Promising or Not?

Adira Dinamika Multi Finance: Dividend Play

6 Reasons To Buy Ultrajaya (ULTJ)

Jasa Marga (JSMR): Bargain Stock

Agung Podomoro Land (APLN): Good or Bad?

Asuransi Dayin Mitra (ASDM): Continuously Growing Since 2008

Soechi Lines (SOCI): Calm Ocean Ahead

Matahari Department Store (LPPF): The Best Company Listed in IDX

 

9M 2016 Update

Laba bersih ULTJ naik dari Rp 401M menjadi Rp 555M pada September 2016 atau 38.4%, kenaikan ini didukung oleh pendapatan yang naik 5.5% dari Rp 3.2T menjadi Rp 3.4T. Margin tahun ini juga semakin membaik dan menjadi yang terbaik dalam sejarah ULTJ, gross margin menjadi 34.5% dibanding tahun lalu 31.3%, profit margin juga membaik menjadi 16.1% dari 12.2%. Berikut valuasi ULTJ menggunakan data laporan keuangan per 9M 2016.

Valuasi ULTJ
Valuasi ULTJ

ULTJ Update (31 Maret 2017)

Pendapatan FY 2016 naik 6.6% dari Rp 4.39T menjadi Rp 4.68T, sedangkan laba bersih naik 35% dari Rp 523.1M menjadi Rp 709.8M. GPM naik dari 31.5% menjadi 34.9% dan NPM naik dari 11.9% menjadi 15.1%.  Menggunakan hasil FY 2016, maka valuasi ULTJ per 31 Maret 2017 adalah sebagai berikut.

Valuasi ULTJ 31 Maret 2017

Adira Dinamika Multi Finance: Dividend Play

in Stock Pick by

Hari Senin 18 April 2016, seperti biasa malem-malem ngecek bursa hari itu bagaimana, salah satu saham yang menjadi top gainer hari itu adalah Adira Dinamika Multi Finance (ADMF), udah lama banget ga ngelihat saham ini, seinget saya dulu harganya sudah belasan ribu, pada hari itu, meskipun masuk top gainer tapi harganya ada di 3700an. Lalu untuk meyakinkan saya membuka chart ADMF.

Chart ADMF

Ternyata bener sejak 2009 sampai pertengahan 2011, ADMF ini rally dari sekitar 2000an sampai hampir menyentuh 15000, atau kurang lebih 600%. Setelahnya, ADMF ini memasuki fase koreksi dan sejak 2014 akhir bahkan turun dari 11000an sampai ke level 3000 atau turun 73% dalam waktu setahun. Melihat kondisi yang cukup “menakjubkan” ini saya lalu mencari riset dan analisa ADMF di internet dan ternyata ada beberapa website dan analis saham yang cukup terkenal sudah menganalisa ADMF ini, seperti Parahita (Mei 2011), Teguh Hidayat (Februari 2014) dan Bola salju (Desember 2012). Ketiga analis saham tersebut menyimpulkan ADMF adalah saham perusahaan yang bisa dibilang baik. Jadi, apa yang terjadi sehingga ADMF turun begitu drastis dalam 2 tahun terakhir? Berikut coretan saya, semoga bermanfaat.

*Silahkan klik pada hyperlink pada tulisan jika ingin mengetahui hal-hal tersebut lebih lanjut.

ADMF Financial Condition

Salah satu alasan yang paling mungkin atas kejatuhan ADMF adalah turunnya laba bersih. Pada 2014, laba bersih ADMF turun dari 1.7 trilyun menjadi hanya 792 milyar atau turun lebih dari 50%, tetapi pada awal 2014, saham ADMF ini naik cukup tinggi karena pembagian dividend yang sangat tinggi yaitu 2700/saham, setelahnya ADMF terjun bebas.

Berikut beberapa perbandingan ADMF dengan rata-rata industri multifinance.

Management Effectiveness
Management Effectiveness
Financial Strength
Financial Strength
Dividend
Dividend

Berikut data rasio keuangan ADMF dari 2010-2014.

Rasio Keuangan
Rasio Keuangan

Dari table diatas bisa dilihat bahwa ROA, ROE dan NPM ADMF terus turun dari 2010 sampai 2014, tetapi masih tetap lebih tinggi dari rasio di indutrinya, sedangkan rasio solvabilitas (solvency ratio) terus naik, DER bahkan naik dari 1x di 2010 hingga 6.4x di 2014.

Karena salah satu cara bagi lembaga pembiayaan konsumen atau multifinance dalam mencari dana untuk dipinjamkan adalah menerbitkan obligasi berikut beberapa perbandingan kupon dan peringkat obligasi dari 3 perusahaan per 2016 (kecuali MFIN 2015), ADMF, Mandala Multifinance (MFIN) dan BFI Finance (BFIN).

Perbandingan Obligasi
Perbandingan Obligasi

Bisa dilihat, kupon obligasi terendah adalah obligasi dari ADMF dan juga dengan rating tertinggi. Hal ini bisa menjadi gambaran bahwa ADMF termasuk perusahaan multifinance terkuat di industrinya meskipun dengan rasio solvabilitas yang tinggi.

ADMF Story

ADMF ini didirikan oleh salah satu pengusaha terkenal di Indonesia yaitu TP Rachmat, pada tahun 2004 melakukan IPO lalu saham mayoritasnya dibeli oleh Bank Danamon (BDMN) sampai pada akhirnya TP Rachmat melepas kepemilikannya dan BDMN memiliki 95% saham ADMF. Pak Teguh Hidayat mempunyai penjelasan yang sangat bagus akan ADMF ini. Saya membaca laporan tahunan 2014 ADMF dan manajemen ADMF ini saya nilai orang-orang profesional yang kompeten di bidangnya. ADMF juga menjadi market leader di bidang pembiayaan konsumen atau multi finance.

NPL dan Market Share
NPL dan Market Share

Ada beberapa cara untuk ADMF meningkatkan value perusahaan.

  1. Mencari mitra strategis, seperti yang dilakukan anak usaha Mitra Pinasthika (MPMX), MPM Finance dengan JACCS. Dengan adanya mitra strategis, selain ADMF bisa mendapat dana murah untuk dipinjamkan juga mendapat bantuan teknikal dari mitra strategisnya.
  2. Terus turunnya suku acuan BI, sehingga ikut turunnya bunga kredit konsumen.
  3. Akuisisi perusahaan multi finance lain.
  4. Sejak IPO pada 2004, ADMF belum pernah menerbitkan saham baru (right issue), mungkin right issue bisa dilakukan agar DER turun sehingga kedepannya bisa mendapat dana pinjaman dengan cost of fund yang lebih rendah. Penerbitan saham baru ini juga supaya menjaga agar ADMF memenuhi syarat dari free float BEI sebesar 7.5%, setelah pelepasan saham BDMN, free float ADMF adalah 7.93%.

 

ADMF Value

ADMF valuation
ADMF valuation

Bisa dilihat valuasi ADMF sangat bervariasi berdasarkan metodenya, metode Ben Graham menghasilkan valuasi yang paling tinggi karena menggunakan data sejak 2005-2015 atau 11 tahun, jadi metode ini ikut memperhitungkan saat EPS ADMF sedang tinggi-tingginya, yang menarik bahkan jika ADMF tidak ada growth sama sekali, fair valuenya ada di sekitar 7700 dan jika ada growth 5% per tahun saja, bisa menjadi 2 kali lipat yaitu 14797.

Sedangkan metode ROE dan EPS growth hanya menggunakan data 5 tahun terakhir, 2011-2015, dimana tahun 2014 dan 2015 seperti dijelaskan diatas, laba ADMF turun cukup drastis. Lalu untuk metode Dividend Discount Model menggunakan stable growth, jika dengan growth 5% per tahun, fair value ADMF ada di 8773 dan jika tanpa growth fair value ada di sekitar harga sekarang yaitu 3700.

Lalu, apakah dengan harga di sekitar 3700 ADMF menarik untuk dibeli? Jawaban saya: Ya. Mengapa? Dividen ADMF, ADMF ini salah satu perusahaan di IDX dengan dividend yield tertinggi dengan rata-rata dividend yield 15% dari 2005 atau 10% jika dihitung dalam 5 tahun terakhir. Payout ratio juga biasanya di sekitar 50% dari laba bersih per tahun. Sebagai gambaran, jika kita membeli saham ADMF pada saat IPO, pada saat baru mulai rally dan pada saat harga tertinggi pada 2011 maka dividend yang kita dapat adalah sebagai berikut:

Dividend
Dividend

Jika kita membeli pada saat IPO maka return yang didapat HANYA dari dividend adalah sebesar 212.83%, jika kita membeli pada saat ADMF mulai rally di April 2009, returnnya 115.8% dan jika kita membeli pada all time high di Mei 2011, kita sudah mendapat return 37.5%, hanya dari dividend (jika menghitung harga saham pada saat ini, maka kerugiannya sekitar 37%). Jika kita menghitung shareholder yield, maka akan didapat yield yang lebih tinggi lagi.

Baca: Mengenal Shareholder Yield.

ADMF Negative List

  1. Saham beredar ADMF yang rendah, sehingga cukup sulit untuk membeli atau menjual.
  2. Naiknya BI rate dan kondisi ekonomi yang stagnan atau bahkan memburuk yang bisa mengakibatkan tingginya Cost of Fund, naiknya Non Performing Loan dan turunnya penyaluran kredit ke masyarakat.

ADMF Summary

ADMF bisa dibilang adalah cash cow dari BDMN, BDMN memberikan dana kepada ADMF untuk disalurkan sebagai kredit kendaraan bermotor yang menghasilkan return yang tinggi. Tetapi 2 tahun terakhir 2014-2015, ADMF mengalami penurunan performa yang signfikan dikarenakan perlambatan ekonomi dan naiknya suku bunga acuan BI sehingga berkurangnya orang yang mengambil kredit kendaraan bermotor. Pada tahun 2016, suku bunga BI mulai turun dan sepertinya pertumbuhan ekonomi mulai mendapatkan momentum, diharapkan ADMF juga kembali menemukan performa terbaiknya. Dengan payout ratio yang tinggi dan selalu membagikan dividend tiap tahunnya, ADMF menjadi pilihan untuk investor yang mempunyai strategi income investing (dividend play).

Disclaimer: penulis mempunyai saham ADMF.

Analisa perusahaan saya yang lain: 

Waskita Karya – The Integrated Construction Company

Indah Kiat Pulp & Paper – Promising or Not?

Adira Dinamika Multi Finance: Dividend Play

6 Reasons To Buy Ultrajaya (ULTJ)

Jasa Marga (JSMR): Bargain Stock

9M 2016 Update

Pendapatan naik tipis 4.1% yoy dari Rp 5.9 T menjadi Rp 6.2 T, sedangkan laba bersih naik drastis dari Rp 423 M menjadi Rp 904 M, atau 113%. Gross margin naik menjadi 19.5% dari 9.6% yoy, tapi masih jauh dair rata-rata sebelum 2013 yaitu sekitar 30%. Begitu juga net margin yang masih jauh dari rata-rata sebelum 2013 yaitu sekitar 20%, tetapi membaik menjadi 14.5% dari 9.5% yoy. Jika kondisi ekonomi terus membaik dan interest rate terus turun maka performa keuangan ADMF akan semakin membaik. Berikut valuasi ADMF menggunakan laporan keuangan per 9M 2016.

Valuasi ADMF
Valuasi ADMF

Indah Kiat Pulp & Paper – Promising or Not?

in Stock Pick by

Kemaren ada yang nanya di Stockbit tentang Indah Kiat Pulp & Paper (INKP). Salah satu saham yang masuk watchlist dari lama tapi belum tertarik beli sampai saat ini. Apa yang bikin INKP menarik? PE ratio yang sangat rendah sejak akhir 2012, berapa rendah? Dibawah 10x, bahkan sejak pertengahan 2013 hampir selalu dibawah 5x.

*Silahkan klik pada hyperlink pada tulisan jika ingin mengetahui hal-hal tersebut lebih lanjut.

INKP Financial Condition

Ga banyak pemain pulp and paper yang terdaftar di bursa efek Indonesia, dua terbesar adalah INKP dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) dan dua-duanya adalah bagian dari grup Sinar Mas.

Financial condition 2005-2015
Financial condition 2005-2015

Periode 2005-2009 net income INKP cukup volatil, lalu sejak 2010 mulai stabil. INKP sendiri tidak pernah melakukan penerbitan saham baru sejak 2001. DER INKP cukup tinggi dan selalu diatas 1.5x, per 2015 adalah DER terendah untuk INKP sejak 2005.

GPM sendiri cukup stabil yaitu sekitar 15% keatas, walaupun sempat turun drastis pada 2009, dan sejak 2011 GPM INKP selalu meningkat dan sekarang berada di sekitar 21%. Sedangkan NPM INKP cukup volatil, penyebabnya antara lain kerugian selisih kurs dan pembayaran utang. Tapi sejak 2010, NPM INKP mulai stabil.

ROA dan ROE INKP juga cukup volatil dan berada pada level yang relatif kecil.

INKP sendiri sejauh pengamatan saya tidak pernah membagian dividen tunai semenjak 2008 dan mulai membagikan dividen kembali tahun 2013.

Yang mungkin menjadi catatan terhadap INKP adalah hutangnya yang tergolong sangat besar dan masalah terkait hutang pada tahun 2001 (liat dibawah). Berikut data perusahaan dengan short-term debt dan long-term debt terbesar dalam bursa.

Long-term debt
Long-term debt
Short-term debt
Short-term debt

Bisa diliat pada table, INKP berada dalam urutan ke-4 untuk short-term debt dan urutan ke-2 untuk long-term debt, hanya dibawah BUMI. Lalu apakah hutang yang besar ini berpotensi menimbulkan masalah untuk INKP? Salah satu proxy untuk melihat kemampuan finansial perusahaan untuk membayar hutangnya adalah Interest Coverage Ratio (ICR)semakin besar ICR maka semakin baik dan sebaliknya. Lalu, bagaimana kondisi ICR dari INKP?

ICR Comparison
ICR Comparison

Ternyata ICR INKP adalah yang tertinggi dalam 3 tahun terakhir (setelah PGAS turun) diantara perusahaan-perusahaan dengan hutang yang besar, bahkan lebih baik dari ASII dan TLKM. Sebagai perbandingan satu lagi, mari kita liat ICR INKP sejak 2009.

ICR INKP 2008-2015
ICR INKP 2009-2015

ICR INKP hampir selalu berada dalam zona positif dan cukup besar, hanya pada periode Juni-Desember 2009 ICR INKP jatuh ke zona negatif sampai -42.9x. Kita bisa menilai kemampuan membayar hutang INKP untuk saat ini relatif aman, tapi sebagai catatan, jika kedepan terjadi krisis seperti tahun 2009 maka kita harus waspada jika mempunyai saham INKP ini.

Secara keseluruhan kondisi keuangan INKP memang tidak berada dalam kondisi yang benar-benar baik, jika harus memberi nilai mungkin sekitar 6 dari 10.

INKP Story

INKP berdiri tahun 1976 dan go public pada tahun 1990, lalu melakukan ekspansi besar-besaran pada 1990an. Krisis ekonomi 1997-1998 berhasil dilewati karena kebanyakan pendapatan INKP dalam USD dan juga harga bahan baku yang turun tetapi akhirnya terkena kasus pada 2001 yang disebabkan turunnya harga pulp dunia sehingga menganggu cash flow dan menyebabkan pembayaran utang yang terlambat. (Untuk detil kasus lebih lengkap silahkan klik link di negative list).

INKP sendiri adalah bagian dari grup Sinar Mas bersama dengan TKIM yaitu APP, keduanya dimiliki oleh perusahaan yang sama yaitu PT. Purinusa Ekapersada yang sayangnya tidak mempunyai website atau info perusahaan yang tersedia di internet.

APP sendiri merupakan salah satu perusahaan pulp and paper terbesar di dunia, dan INKP ini adalah bagian terbesar dari APP.

Satu hal yang cukup menarik, seperti yang kita tahu, hutang INKP dan juga TKIM terbilang cukup besar, mungkin karena itu keduanya mempunyai cukup banyak anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan dan berada di wilayah tax haven, hal ini menjadi perhatian karena kasus yang pernah menimpa perusahaan pada 2001.

Anak Perusahaan INKP
Anak Perusahaan INKP

Kurang lebih ada beberapa cara INKP meningkatkan value perusahaan:

  1. Restrukturisasi modal dengan melakukan right issue untung mencapai DER yang lebih sehat (dibawah 1x). Memang sejak 2005 DER INKP selalu berada diatas 1.5x dan sepertinya juga tidak pernah mengalami masalah dalam hal pembayaran walaupun 2x INKP mengalami rugi yang cukup besar (2006 dan 2009). Utang yang cukup besar juga bisa menjaga manajemen untuk menggunakan dan mengalokasikan kapital dengan baik. Lagipula sejak 2001, INKP belum pernah menerbitkan saham baru lagi.
  2. Mulai rutin membagikan dividen, dengan struktur modal yang lebih sehat dan pembayaran utang yang berkurang, bisa memberikan ruang buat INKP untuk membagikan dividen.
  3. Peralihan manajemen ke generasi ketiga keluarga Widjaja.
  4. Merger dengan TKIM, ini mungkin sangat sulit tercapai.

INKP Value

Target harga INKP untuk 12 bulan kedepan adalah 1980, harga ini jika menggunakan EPS yang sekarang berada di sekitar PER 2.16x masih dibawah PER rata-rata dalam 3 tahun terakhir. Sedangkan MOS INKP sendiri berdasarkan perhitungan saya berada pada harga 990.

INKP Negative List

Menemukan hal negatif yang bisa mempengaruhi INKP pun semudah mencari hal yang positif. Selain hutang yang terlalu besar, pendapatan yang tidak stabil dan sangat jarang membagi dividend ada beberapa hal negatif lainnya. Yang paling jelas dan sering terdengar adalah tuduhan merusak lingkungan dan satu lagi adalah tuduhan menjadi kartel pulp and paper dengan TKIM. Mungkin juga INKP melakukan transfer pricing melihat adanya anak perusahaan di negara tax haven. Modusnya INKP mendapat pinjaman melalui anak perusahaan di negara tax haven, uang pinjaman itu mungkin uang dari grup Sinar Mas juga, jadi dengan dalih membayar pinjaman, pajak INKP bisa menjadi lebih rendah. Juga kasus dengan kreditor pada tahun 2001 yang mungkin menjadi alasan harga saham yang terus rendah dan tidak adanya analis dari sekuritas besar yang mengcover, beberapa berita terkait (WSJFinanceAsia).

INKP Summary

INKP secara valuasi sangat menjanjikan dan berpotensi menghasilkan return yang cukup besar, tetapi masalah masa lalu mungkin masih membayangi investor sehingga harga saham INKP terus tertekan. Sejak 2010, INKP selalu menghasilkan net income yang positif dan ada jumlah utang yang mulai turun. Peralihan manajemen ke generasi ketiga keluarga Widjaja mungkin bisa membawa INKP menjadi lebih baik. Untuk meningkatkan nilai perusahaan sendiri INKP masih harus terus memperbaiki kondisi keuangan dan operasional perusahaan.

Disclaimer: Penulis tidak mempunyai saham INKP

Analisa perusahaan saya yang lain: 

Waskita Karya – The Integrated Construction Company

Indah Kiat Pulp & Paper – Promising or Not?

Adira Dinamika Multi Finance: Dividend Play

6 Reasons To Buy Ultrajaya (ULTJ)

Jasa Marga (JSMR): Bargain Stock

9M 2016 Update

Hasil yang diraih INKP untuk 9M 2016 ini kurang bagus, laba bersih turun 52.4% dari Rp 2.6T menjadi Rp 1.2T dan pendapatan turun 14.3% dari Rp 30.7T menjadi Rp 26.3T. Gross margin masih bertahan diatas 20% sedangkan net margin turun dari 8.6% menjadi 4.8%. Berikut valuasi INKP menggunakan laporan keuangan 9M 2016.

Valuasi INKP
Valuasi INKP

Waskita Karya – The Integrated Construction Company

in Stock Pick by

Kali ini saya ingin membahas salah satu perusahaan yang saya nilai cukup menarik dari sektor konstruksi, khususnya salah satu dari perusahaan konstruksi BUMN yaitu Waskita Karya (WSKT). Jadi apa-apa saja yang membuat WSKT ini menarik?

*Silahkan klik pada hyperlink pada tulisan jika ingin mengetahui hal-hal tersebut lebih lanjut.

WSKT Financial Condition

Sebelum membahas apa-apa saja yang menarik dari WSKT, berikut beberapa kondisi finansial WSKT.

GPM berada di rata-rata perusahaan konstruksi BUMN lain dan industri, sedangkan NPM diatas perusahaan konstruksi BUMN lain dan juga industri.

Source: stockbit
Source: stockbit

Sedangkan ROA, ROE, ROCE, dan ROIC berada dibawah perusahaan konstruksi BUMN lain dan industri.

Source: stockbit
Source: stockbit

Tapi tingkat solvency cukup baik dan punya keleluasaan untuk menambah utang karena DER yang rendah setelah penambahan modal.

Source: stockbit
Source: stockbit

PE ratio WSKT berada dibawah rata-rata 3 tahun terakhir dan yang paling rendah diantara WIKA dan PTPP, PE ratio ADHI memang lebih rendah tapi skala operasi ADHI juga jauh lebih kecil (bisa dilihat pada table di bawah).

Source: stockbit
Source: stockbit

Tahun ini WSKT mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sangat baik, jauh di atas kompetitornya.

Source: stockbit
Source: stockbit

WSKT Story

Seperti perusahaan konstruksi BUMN dan perusahaan konstruksi lainnya, bidang usaha WSKT adalah jasa konstruksi gedung dan infrastruktur (jalan tol, pelabuhan dll) dan Engineering, Procurement and Construction (EPC). Tapi kali ini saya khusus akan membahas anak-anak usaha WSKT.

Seperti perusahaan konstruksi BUMN lain juga WSKT punya beberapa anak usaha dan investasi di bisnis lain, seperti beton precast, properti, jalan tol dan energi, berikut daftar anak usaha WSKT.

Source: Investor News WSKT
Source: Investor News WSKT

Melihat kontribusi anak usaha ke WSKT per September 2015, WSKT Precast menarik untuk dibahas karena menyumbang Rp 1.36 Trilyun atau 22% dari total pendapatan WSKT sebesar Rp 7.42 Trilyun dan Rp 210 Milyar atau 23.6% dari laba bruto WSKT sebesar Rp 894 Milyar. Sebagai perbandingan, per September 2014 WSKT Precast hanya menyumbang Rp 235 Milyar dari total pendapatan Rp 5.2 Trilyun atau hanya 4.5% dan Rp 19 Milyar atau 3.8% dari laba bruto WSKT sebesar Rp 500 Milyar. Tapi WSKT Precast bukan satu-satunya anak usaha beton precast dari perusahaan konstruksi BUMN, PTPP, WIKA dan ADHI juga punya. Salah satu yang sudah IPO adalah Wika Beton (WTON). Untuk kapasitas produksi beton precast WSKT cukup tertinggal dari WTON). Ketertinggalan ini bisa diliat dari kapasitas produksi, per 2015 kapasitas produksi WTON adalah 2.5 juta ton/tahun, sedangkan WSKT precast hanya 1.8 juta ton/tahun. Yang menarik adalah, pendapatan dan laba WSKT precast dengan WTON tidak beda jauh, per september 2015 pendapatan WSKT precast adalah Rp 1.36 Trilyun, sedangkan WTON sebesar Rp 1.54 Trilyun. Laba bruto WSKT precast sebesar Rp 210 Milyar dan WTON sebesar Rp 188.9 Milyar, lebih rendah dari WSKT precast dan juga berarti Operating Profit Margin (OPM) WSKT precast jauh lebih baik (15.4% berbanding 12.2%). 

Sedangkan anak usaha Waskita Toll Road, Waskita Realty dan Waskita Sangir Energi masih belum berkontribusi ke pendapatan dan laba WSKT.

Khusus untuk bisnis properti WSKT tertingal dari PTPP yang sudang meng-IPO-kan anak usaha properti mereka (PTPP), juga sepertinya tertinggal dari ADHI yang sampai 2015 sudah ada kurang lebih 10 proyek dan sedang mengembangkan bisnis hotel dan berencana IPO, WIKA juha dengan anak usahanya WIKA realty yang akan IPO tahun ini tapi tertunda hingga tahun depan. Bisnis properti memang akan selalu menjanjikan, tetapi jika dibandingkan dengan bisnis properti dari perusahaan konstruksi BUMN lain maka WSKT cukup tertinggal jauh.

Satu lagi anak usaha WSKT yang menarik adalah Waskita Toll Road. Sampai dengan Desember 2015, kepemilikan jalan tol WSKT adalah sebagai berikut:

Source: Investor News WSKT
Source: Investor News WSKT

Saya sendiri menemukan 2 proyek lagi yang belum masuk daftar diatas.

Jadi ada 5 kesempatan WSKT untuk meningkatkan nilai perusahaan.

  1. IPO Waskita Precast dan jika dikelola dengan benar bisa menggeser WTON sebagai market leader.
  2. Pengelolaan jalan tol, salah satu program Jokowi adalah membangun 1000 km jalan tol, melihat WSKT di bawah Waskita Toll Road lebih agresif dibanding perusahaan konstruksi lain maka WSKT punya keunggulan. Kedepannya anak perusahaan jalan tol ini bisa dilepas ke publik lalu menjadi perusahaan pengelola jalan tol seperti JSMR, CMNP atau META, atau melepas (divestasi) beberapa ruas. Mungkin baru berjalan dengan baik tahun 2020 (banyak proyek yang sudah selesai).
  3. Integrasi antar anak usaha yang sepertinya sedikit lebih baik dibanding perusahaan konstruksi BUMN lain, dengan aktifnya WSKT di pembangunan jalan tol maka divisi infrastruktur, WSKT precast dan Waskita Toll Road akan mendapat bagian masing-masing.
  4. Penambahan modal (right issue) yang telah dilaksanakan juga membuat WSKT leluasa untuk mengikuti tender, menyuntikan modal ke anak usaha dan mengakuisisi dibanding dengan kompetitornya. Jadi WSKT bisa dibilang memiliki first mover advantage untuk bergerak pertama dengan cepat dalam mengikuti tender.
  5. Waskita realty, proyeknya baru mulai banyak yang jalan pada tahun 2016 dan semoga kedepannya bisa ditargetkan untuk IPO juga.

WSKT Value

Target price untuk satu tahun kedepan (12 bulan).

Screen Shot 2015-12-14 at 6.03.02 AM

Target price WSKT sendiri berada diatas harga tertinggi yang pernah dicapai (1900), begitu juga target price PTPP (4245). Sedangkan WIKA dan ADHI berada jauh dibawah harga tertinggi yang pernah dicapai (3895 dan 3870). Saya juga menghitung Margin of Safety (MOS) WSKT, menurut perhitungan saya MOS WSKT ada di level 1690, sedikit di atas harga saat ini.

Dalam siaran pers, pada 2016 WSKT memasang target kontrak 2016 sebesar Rp 66 Trilyun ditambah carry over menjadi total Rp 100 Trilyun dengan pendapatan Rp 30 Trilyun dan laba Rp 2 Trilyun.

Mari kita bahas target 2016 WSKT, dengan pendapatan Rp 30 Trilyun dan laba Rp 2 Trilyun maka NPM WSKT untuk 2016 adalah 6.67%, sama dengan NPM saat ini. Target ini mungkin akan tercapai, 2016 mungkin jadi titik pembangunan infrastruktur di Indonesia dan WSKT Realty juga mulai memasarkan proyek-proyek mereka, ditambah target Waskita Precast yang menargetkan pendapatan sebesar Rp 5 Trilyun dan laba Rp 500 Milyar akan membantu mencapai target.

Dengan laba tahun 2016 sebesar Rp 2 Trilyun maka EPS adalah sekitar Rp 186/saham, dengan harga sekarang Rp 1,645 maka PE nya adalah 8.8x, sedangkan PE annualized WSKT tahun ini adalah 32x dan PE TTM sebesar 22x. Dengan asumsi PE sebesar 22x saja maka seharusnya harga WSKT tahun depan adalah Rp 4092 atau 148% dari harga sekarang. Kedengarannya mustahil, tapi siapa yang tau jika keadaan ekonomi bertambah baik selama pemerintahan Jokowi mungkin kita bisa mendapatkan bull rally seperti pada pemerintahan SBY. 🙂

WSKT Negative List

Yang jadi masalah adalah pertumbuhan yang pesat akan sangat susah untuk dipertahankan dan faktor kekecewaan jika realisasinya jauh dibawah target. Menurut valuasi saya normalnya WSKT 5 tahun kedepan akan meraih laba sekitar Rp 1.6 Trilyun. Dengan target laba tahun depan Rp 2 Trilyun maka target 5 tahun kedepan langsung tercapai. Lalu jika ingin tumbuh 10% saja per tahun maka tahun 2017 harus mendapat tambahan pendapatan Rp 3 Trilyun dan tahun-tahun kedepannya akan lebih berat. Maka saya menilai recurring income seperti dari jalan tol sangat penting untuk WSKT.

Selain itu ada kemungkinan terlibat kasus korupsi, karena banyaknya proyek WSKT di dalam kementrian dan BUMN.

 

WSKT Update (1 Februari 2016)

Pendapatan dan Laba FY2015 WSKT sebesar Rp 14.1 T dan Rp 1.04 T, naik 37.9% dan 107% dari tahun 2014. WSKT mau ikut tender jalan tol Kayuagung-Palembang-Betung. Target pendapatan dan laba 2016 adalah Rp 26 T dan Rp 2 T. Sumber berita

Holding BUMN (sumber berita)

Dalam roadmap BUMN, WSKT akan mengakuisisi ADHI lalu WSKT akan diakusisi JSMR.

WSKT Update (21 April 2016)

Per 1Q2016 pendapatan naik 240% (3.5T vs 1.03T) dan laba naik 983% (130M vs 12M). Sumber

Jadwal IPO PT Waskita Beton Precast, anak usaha WSKT dipercepat dari Sep16 ke Aug16. 40% saham akan dilepas untuk menggalang dana Rp3-4Tr. Sumber

WSKT Update (18 May 2016)

Berikut performance chart big 4 emiten konstruksi BUMN dari 2014.

Performance Chart 1
Performance Chart 1

WSKT salah satu top performer diantara big 4, sejak 2014 sudah menghasilkan return sebesar 264%

Performance Chart 2
Performance Chart 2

Di 2014 sendiri, WSKT menghasilkan return sebesar 112%, hanya setengah dari yang dihasilkan PTPP.

Performance Chart 3
Performance Chart 3

2015 adalah tahun yang sulit untuk sektor konstruksi dengan BI rate yang tinggi dan rupiah yang lemah. Tapi WSKT masih bisa menghasilkan return yang positif.

Performance Chart 4
Performance Chart 4

Di 2016, WSKT menjadi top performer diantara big 4 dengan menghasilkan return hampir 60% year to date.

Beberapa berita baru terkait WSKT

SMGR Incar Saham Waskita Beton Precast

WSKT Akuisisi Kepemilikan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung

WSKT per 4 Mei PER-nya masih di sekitaran mean

Analisa perusahaan saya yang lain: 

Waskita Karya – The Integrated Construction Company

Indah Kiat Pulp & Paper – Promising or Not?

Adira Dinamika Multi Finance: Dividend Play

6 Reasons To Buy Ultrajaya (ULTJ)

Jasa Marga (JSMR): Bargain Stock

Agung Podomoro Land (APLN): Good or Bad?

Asuransi Dayin Mitra (ASDM): Continuously Growing Since 2008

Soechi Lines (SOCI): Calm Ocean Ahead

Matahari Department Store (LPPF): The Best Company Listed in IDX

 

9M 2016 Update

Pendapatan perusahaan tumbuh 88,22% dari Rp 7,44 triliun menjadi Rp 14,01 triliun. Laba bersih tumbuh 133,46% dari Rp 400 miliar menjadi Rp 934,52 miliar. Jika berasumsi pendapatan dan laba kuarter keempat 2016 sama dengan kuarter keempat 2015 maka target pendapatan Rp 20T dan laba Rp 2T belum bisa tercapai. Berikut valuasi terbaru WSKT menggunakan data per 9m 2016.

Valuasi WSKT
Valuasi WSKT

 

WSKT Update (31 Maret 2017)

Waskita Beton Precast (WSBP) sukses IPO.

Target jalan tol yang akan dikelola per 2017 adalah 1839 km, dan dua sudah beroperasi. Britama

Pendapatan FY 2016 mencapai target Rp 20T yaitu Rp 23.8 T, sedangkan net income belum mencapai target Rp 2T karena hanya mencapai Rp 1.8T.

Waskita Toll Road dijual 29% ke Taspen dan PT SMI. CNN

Perbandingan dengan perusahaan konstruksi BUMN lainnya.

comparison WSKT

Forecast pendapatan dan net income 2017 adalah Rp 35T dan 3.5T, sampai Februari 2017 sudah tercapai Rp 5.3T dan Rp 350M. Berita satu

Jika target 2017 tercapai, EPS WSKT akan berkisar di 257/saham, dengan harga saat ini Rp 2400, maka forward PER adalah 9.33x. Padahal saat ini PER WSKT adalah 19x, asumsi PER saat ini maka target harga WSKT adalah Rp 4800.

Berikut valuasi lengkap WSKT per 31 Maret 2017.

Valuasi WSKT 31-03-2017
Go to Top