Talk about finance, investing and everything in between

Category archive

Others - page 3

Disposition Effect: Sell Winners, Hold Losers

in Others by

Benjamin Graham pernah bilang, musuh terburuk investor bukanlah pasar tetapi dirinya sendiri. Apalagi ketika memutuskan akan membeli atau menjual suatu investasi, khususnya saham. Dalam hal ini ada satu fenomena yang terjadi dan biasa di alami para investor yaitu efek disposisi (Disposition Effect). Apa itu?

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab efek disposisi (Shefrin dan Statman, 1985) adalah.

  1. Prospect Theory (Kahneman dan Tversky, 1979). Apa itu prospect theory? Penjelasan singkatnya adalah dengan pilihan sebagai berikut, anda lebih memilih kemungkinan 50:50 mendapat Rp 5.000.000 atau tidak ada sama sekali, atau 100% mendapatkan Rp 1.000.000. Menurut penelitian, kita akan cenderung memilih pilihan yang kedua.
  2. Mental Accounting . Mengevaluasi performa berdasarkan saham individu bukan secara portofolio.
  3. Regret Aversion. Daripada kita menyesali saham yang sudah naik lalu turun, kita lalu menjual winner. Sedangkan untuk menghindari penyelasan menjual lalu harga tiba-tiba bisa naik kita akan mempertahankan losers.
  4. Self Control Issue. Mudah terbawa arus.

Tunggu sebentar, sample penelitian efek disposisi kan di Amerika Serikat sana, emang terjadi juga sama investor di Indonesia? Jawabannya: YA. Ada beberapa penelitian yang dilakukan oleh orang Indonesia terhadap investor di Indonesia. Beberapa di antaranya, Sitinjak dan Ghozali (2012) dan Risfandy dan Hanafi (2014)

Jadi bagaimana meminimalisir efek disposisi ini?

  1. Jangan melihat saham secara individu tetapi secara portofolio.
  2. Jangan terlalu percaya diri (overconfidence), misal kita beli saham X: lalu harganya terus turun tetapi kita tetap yakin saham itu bagus (contoh nyata mungkin ada di SIDO, PTBA & MPMX). Disini ga ada patokan khusus bagaimana mengatasinya tetapi salah satu saran adalah jangan average down. Apalagi jika average down dengan menjual saham yang sudah gain tinggi hanya untuk average down saham yang turun dalam dan dalam kondisi rugi.
  3. Jangan trading jangka pendek atau melihat portofolio terlalu sering, baiknya mungkin tiga bulan sekali atau sebulan sekali.
  4. Tetapkan tujuan investasi, kadang kita ga punya tujuan spesifik untuk apa kita investasi kita ini? Jangan menjual sebelum kita ada kebutuhan. Misal untuk beli rumah, maka silahkan jual saham yang sudah untung atau rugi untuk membeli rumah. Terkadang kita investasi hanya untuk menunjukkan kita hebat dan bisa menjadi “the next Warren Buffett”, sesungguhnya probabilitas untuk menjadi seorang WB sangat kecil jadi lebih baik kita investasi untuk kebutuhan kita dan keluarga. 🙂

Lalu bagaimana kalo kita lebih memilih untuk menjadi trader? Apakah efek disposisi bisa kita manfaatkan? Salah satu cara untuk memanfaatkan efek disposisi seperti di bawah ini.

  • Jika ada bad news keluar untuk saham X terutama yang berkaitan dengan pendapatan dan laba, maka hal yang paling simpel dan masuk akal adalah langsung menjualnya, dalam kondisi rugi atau pun untung. Karena logikanya dengan bad news, harga saham akan turun, seperti dijelaskan dalam efek disposisi, trader lain tidak akan menjual sahamnya (hold losser) meskipun dalam kondisi rugi, jika kita tetap hold hanya akan memperdalam kerugian kita atau kehilangan kesempatan lain.
  • Kebalikannya, jika ada good news keluar untuk saham X terutama yang berkaitan dengan pendapatan dan laba, maka kita harus buy dan HOLD. Awalnya mungkin akan naik dan sampai level tertentu kenaikan itu akan mulai terhambat atau akan ada koreksi. Sesuai dengan efek disposisi, trader lain akan menjual sahamnya (sell winners), tapi akhirnya harga saham X akan mencapai fair valuenya. Contoh yang paling baru adalah pada SRIL.
Memanfaatkan efek disposisi pada saham SRIL
Memanfaatkan efek disposisi pada saham SRIL

Tambahan artikel terkait. 🙂

The Disposition Effect -NOVA

Why do we sell winners early and hold on to losers? – Linkedin

 

Portofolio Norges Bank Investment di Indonesia

in Others by

 

Post kali ini buat yang iseng mau liat dan mungkin mempelajari portofolio investasi di Indonesia dari Norges bank (Government pension fund of Norway) yang notabene Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia.

Per 2014 AUM-nya adalah USD 882 milyar, posisi investasi di ekuitas Indonesia USD 1 milyar di dalam 63 emiten. Posisi investasi Norges ini hanya 0.21% dari aset ekuitas mereka yang sebesar USD 526 milyar. Sebenernya kalo dibandingkan dengan reksadana di Indonesia juga seperti Schroder atau Mandiri ga terlalu besar, dana kelolaan Norges bank ini cuma senilai kurang lebih USD 3.2 milyar (USD 2.2 milyar di fixed income) atau sekitar 35 trilyun rupiah. Sebagai perbandingan dana kelolaan Schroder per Maret 2015 adalah 46.23 Trilyun rupiah.

Norges bank ini sangat transparan dalam operasionalnya, sampe holding saham individu, obligasi dan kepemilikan properti ada semua di laporannya, jadi ga ada salahnya melihat saham perusahaan apa saja yang dipilih SWF terbesar di dunia ini di bursa efek Indonesia.

Berikut listnya

Screen Shot 2015-06-03 at 1.25.26 PM Screen Shot 2015-06-03 at 1.25.47 PM

Yang mau download list lengkapnya bisa disini dalam bagian report. Atau yg mau liat chart interactive seperti gambar dibawah bisa juga disini.

Screen Shot 2015-06-03 at 1.37.34 PM

Paling besar secara nilai adalah di Bank Mandiri (BMRI) sebesari USD 231 juta atau 1.14% dari jumlah saham BMRI. Sedangkan terbesar dari presentase kepemilikan adalah di PT Pembangunan Perumahan (PTPP) yaitu 3.84% dari jumlah saham PTPP.

5 holding terbesar adalah BMRI (21%), KLBF (6.89%), ASII (6.7%), BBNI (5.9%), SCMA (5.4%).

Saham yang masuk sejak 2011 adalah ASII, BBNI, CTRA, ICBP dan EXCL.

Emiten yang baru masuk di 2014 ada 15 yaitu ACES, ACST, ARNA, CSAP, CTRS, MYRX, DNET, LPCK, LEAD, MLPL, NRCA, RAJA, AMRT, WSKT dan WIKA.

Beberapa hal menarik yang bisa diambil dari portofolio Norges bank ini.

  1. Semua saham konstruksi baru masuk di tahun 2014.
  2. Ketiga saham grup Ciputra ada dalam portofolio, CTRA dari 2011, CTRP dari 2012 dan terakhir CTRS di 2014.
  3. Saham yang berkaitan dengan batubara cuma MBSS (pengangkutan batubara) dan tidak ada saham CPO.
  4. Tidak ada UNVR.
  5. Holding terbesar di portfolio adalah BMRI, kepemilikan BBRI jauh lebih kecil dari BMRI bahkan BBNI (buat saya ini cukup penting :p)
  6. Banyak saham retailer dalam portofolio.

 

Are You The Greater Fool?

in Others by

Kita sudah banyak mendengar tentang value investing, growth investing atau mungkin dividend investing dalam investasi saham, atau mungkin real estate investing, bond investing atau reksa dana.

Tapi ada satu lagi teknik investasi yang mungkin bisa digunakan. Pernakah mendengar tentang The Greater Fool Theory (TGFT). Menurut investopedia, The Greater Fool Theory adalah investor membeli saham bukan dengan asumsi saham itu fundamental/teknikalnya bagus tetapi dengan asumsi bahwa dia bisa menjual saham itu ke “greater fool”. Konsep TGFT ini mirip dengan Keynesian Beauty Contest (KBC).

“It is not a case of choosing those [faces] which, to the best of one’s judgment, are really the prettiest, nor even those which average opinion genuinely thinks

the prettiest. We have reached the third degree where we devote our intelligences to anticipating what average opinion expects the average opinion to be. And there are some, I believe, who practise the fourth, fifth and higher degrees.” (Keynes, General Theory of Employment Interest and Money, 1936).

Sebagai gambaran tentang KBC, kita bisa melihatnya via Second Level Thinking yang ditulis Howard Marks dalam The Most Important Thing: Uncommon Sense for the Thoughtful Investor. Jadi anggap ada first (1) level thinking dan second (2) level thinking.

Contoh pertama,

1: Perusahaan X bagus, beli sahamnya. 2: Perusahaan X bagus tapi semua orang membeli saham perusahaan X, karenanya saham perusahaan X overpriced, jual sahamnya.

Contoh kedua,

1: Perusahaan Z incomenya turun, jual sahamnya. 2: Perusahaan Z turun sahamnya tetapi sepertinya harga sudah priced in, beli sahamnya.

First level thinking itu simple, second level thinking itu lebih kompleks dan memikirkan outcome lain yang mungkin terjadi.

Quote dari Benjamin Graham,

“In the short run, the market is a voting machine but in the long run, it is a weighing machine.”

Jika dilihat dari bursa saham di Indonesia akan ada banyak kasus saham yang bergerak ga sesuai fundamentalnya, apakah permainan bandar?

Salah satu contoh yang mungkin bisa dipakai adalah kasus Trada Maritime (TRAM), Bumi Resources (BUMI) atau bahkan Central Proteina Prima (CPRO). Saya ga bilang kedua perusahaan ini “jelek” tetapi bisa dilihat di beberapa forum diskusi saham seperti Stockbit, banyak orang mempromosikan ketiga saham bahkan saya sendiri untuk CPRO (:P) ini sebagai the next big thing. Mungkin ketiga saham ini bisa dipakai sebagai contoh nyata dari TGFT, kita sudah punya saham itu dan kita “mempromosikan” agar akan greater fools yang akan beli di harga yang lebih tinggi.

Jadi kita mungkin perlu bertanya ketika ada stock research yang ditulis oleh sekuritas atau penulis independen seperti saya :peace, apakah mereka sedang bermain  “Who’s The Greater Fool?” 

Satu lagi quote dari Robert Shiller,

“This may sound like a crazy game, but if others are playing it, we must too. The outlook for the economy depends on how this convoluted beauty contest plays out.”

Jadi, ketika kita memilih untuk bermain “Who’s The Greater Fool?” kita harus punya level berfikir yang lebih tinggi dan kita bermain dengan pemain yang punya kartu lebih bagus dari kita.

Contoh lainnya adalah seperti pada kasus batu akik di Indonesia akhir-akhir ini.

First level thinking: Semua orang beli akik, harganya bakal naik, ayo beli akik.

Second level thinking: Semua orang beli akik, harganya sudah overpriced, ayo jual akik.

Saran untuk orang yang ingin masuk ke dunia investasi, cari orang yang benar-benar anda percaya untuk memberikan advice dan jangan terima mentah-mentah advice dari orang, setidaknya konfirmasi dulu dengan browsing di internet atau bertanya ke orang lain. Jangan sampai anda yang jadi The Greater Fool.

GreaterFool

Artikel berkaitan:

Greater fool theory – wikipedia

The Keynesian Beauty Contest and Higher Level Thinking

The Greater Fool Theory: Managing and Modeling Risk

Second Level Thinking about Sector Investing

Greater Fool Theory: Investing For Suckers

The Greater Fool Theory and Investing

Website & Blog Favorit Untuk Belajar Trading & Investasi Saham

in Others by

Belajar itu bisa dari mana saja, dari buku, di kelas dengan guru, dari teman dan dari sumber-sumber lainnya. Mengingat jaman teknologi sekarang, ada banyak website dan blog untuk kita belajar trading & investasi saham, baik dari luar ataupun dari Indonesia sendiri. Di bawah ini beberapa website dan blog favorit saya dan juga website dan blog-blog lainnya yang ga kalah bermanfaat. Jangan lupa di BOOKMARK!

1. Stockbit

stockbit-jejaring-sosial-para-invenstor-dan-pialang-saham

Stockbit adalah sebuah jejaring sosial bagi para pialang saham dan investor di Indonesia. Saya mengenal stockbit dari awal 2013 ketika saya mulai belajar serius untuk trading dan investasi saham. Disana banyak orang-orang yang berbagi pengalaman, ilmu dan ide-ide untuk trading dan investasi. Stockbit terintegrasi dengan IDX sehingga kita bisa melihat report Laporan Keuangan, Corporate Actions dan lain-lain. Stockbit juga terintegrasi dengan beberapa website berita dan website lain yang berkaitan dengan saham.

Walaupun akhir-akhir ini sedikit rusuh tapi tetap menarik untuk join ke stockbit.

2. Terus Belajar: Main Saham

Screen Shot 2013-12-24 at 7.40.43 AM

Blog ini sangat bagus untuk yang ingin memulai belajar saham, malah saking bagusnya blog ini sempat di copas tanpa izin oleh salah satu pengarang buku terkenal. Blog ini isinya komplit dari pengenalan, istilah-istilah, teknik sampe cara untuk cut-loss ada.

Blog ini tidak pernah merekomendasikan saham tertentu.

 


3. 
Analisis Saham Independen

Screen Shot 2013-12-24 at 7.55.57 AM

 Website ini karya Teguh Hidayat. Beliau lebih ke arah analisa fundamental dari perusahaan-perusahaan dan terkadang dampak isu-isu ekonomi ke dunia saham. Beliau sudah menulis dari 2010. Website ini cocok yang ingin belajar value investing atau menemukan saham-saham yang termasuk “hidden gem” untuk jangka panjang.

4. Pojok Ide Investasi Screen Shot 2013-12-24 at 7.55.40 AM

Blog ini mirip-mirip dengan blog terusbelajarsaham. Isinya komplit mulai dari pengenalan sampai teknik. Yang bikin blog ini beda adalah adanya data-data keuangan dari perusahan-perusahaan dan stock picking dengan beberapa teknik.

Blog ini sudah ada dari tahun 2008.

5. Saham dan IHSG Screen Shot 2013-12-24 at 7.56.17 AM

Blog yang ini lebih cocok untuk para trader. Ketika saya bingung besok trading apa? Karena aplikasi charting saya free jadi ga ada feature kayak stock screener maka saya akan buka blog ini.

 

 

 

Yang punya twitter, ini list twitter yang menarik untuk di follow buat belajar trading dan investasi saham, jangan lupa follow punya says juga ya 😛

Twitter list 

 

Website dan blog lain yang ga kalah bermanfaatnya

IDX Investor

Trader Gombal

Ellen May

Pemanah Saham

BEI5000

Rencana Trading

Ide Saham

Saham Pemenang

Dokter Market

DNA Capital Group

Saham 101

Semua blog dan website diatas masih aktif sampai saat ini, jika ada blog atau website yang tidak aktif lagi akan diberi tanda. List twitter, blog dan website akan diupdate jika saya menemukan yang baru, atau jika ada pemilik yang ingin dimasukkan disini silahkan kontak saya. Jika ada pemilik twitter, blog dan website yang tidak berkenan dimasukkan disini juga harap kontak saya. Terima Kasih. 😀
Go to Top