Big 5 & Big 10 Portofolio

in Others by

Tidak semua orang punya waktu dan ilmu untuk mencari saham “mutiara terpendam”. Lalu solusinya apa untuk orang-orang seperti itu? Solusi yang paling gampang adalah investasi di reksadana saham. Tapi terkadang reksadana saham returnnya kurang bagus, atau yang returnnya bagus ada minimum investasi yang tidak kecil, belum lagi biaya beli, biaya jual dan biaya lain-lain (Baca: Mengenal Reksadana Lebih Dalam). Lalu solusi kedua apa? Setelah saya liat-liat, return 5 saham dan 10 saham dengan market cap terbesar di Indonesia tidak cukup buruk.

Pada 2013, 10 saham dengan market cap terbesar adalah: ASII, HMSP, BBCA, BMRI, TLKM, BBRI, UNVR, PGAS, GGRM dan SMGR. Jika kita bagi porsinya berdasarkan besaran market cap ke-10 saham tersebut, maka sampe 2015, 10 saham ini menghasilkan return sebesar 27.85% dan sampai 20/12/2016 menghasilkan return sebesar 39.47%. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, return IHSG adalah 6.25% dan 19.41%.

Jika kita mengambil 5 saja yang terbesar, ASII, HMSP, BBCA, BMRI dan TLKM, return yang dihasilkan lebih baik. Sampai 2015, menghasilkan return sebesar 35.31% dan sampai 20/12/16 menghasilkan return sebesar 48.5%.

Big 5 & Big 10 buy and hold vs IHSG

Kita tau bahwa posisi saham dengan market cap terbesar berubah-ubah setiap tahunnya. Bagaimana jika kita portofolio 10 saham dan 5 saham terbesar itu kita update setiap tahunnya?

Jika kita mengambil 10 saham terbesar setiap tahunnya, maka return yang dihasilkan sampai 2015 adalah 28.56% dan 41.51% sampai 20/12/16. Jika kita mengambil hanya 5 saham terbesar setiap tahunnya, return yang dihasilkan sampai 2015 adalah 28.63% dan 52.31% sampai 20/12/16.

Big 5 & Big 10 Active vs IHSG

Bagaimana? Cukup memuaskan kan returnnya? Tanpa perlu capek-capek screening saham, menghitung valuasinya dan khawatir apakah ini perusahaan bener-bener bagus atau abal-abal.

Facebook Comments

please insert your comment