Are You The Greater Fool?

in Others by

Kita sudah banyak mendengar tentang value investing, growth investing atau mungkin dividend investing dalam investasi saham, atau mungkin real estate investing, bond investing atau reksa dana.

Tapi ada satu lagi teknik investasi yang mungkin bisa digunakan. Pernakah mendengar tentang The Greater Fool Theory (TGFT). Menurut investopedia, The Greater Fool Theory adalah investor membeli saham bukan dengan asumsi saham itu fundamental/teknikalnya bagus tetapi dengan asumsi bahwa dia bisa menjual saham itu ke “greater fool”. Konsep TGFT ini mirip dengan Keynesian Beauty Contest (KBC).

“It is not a case of choosing those [faces] which, to the best of one’s judgment, are really the prettiest, nor even those which average opinion genuinely thinks

the prettiest. We have reached the third degree where we devote our intelligences to anticipating what average opinion expects the average opinion to be. And there are some, I believe, who practise the fourth, fifth and higher degrees.” (Keynes, General Theory of Employment Interest and Money, 1936).

Sebagai gambaran tentang KBC, kita bisa melihatnya via Second Level Thinking yang ditulis Howard Marks dalam The Most Important Thing: Uncommon Sense for the Thoughtful Investor. Jadi anggap ada first (1) level thinking dan second (2) level thinking.

Contoh pertama,

1: Perusahaan X bagus, beli sahamnya. 2: Perusahaan X bagus tapi semua orang membeli saham perusahaan X, karenanya saham perusahaan X overpriced, jual sahamnya.

Contoh kedua,

1: Perusahaan Z incomenya turun, jual sahamnya. 2: Perusahaan Z turun sahamnya tetapi sepertinya harga sudah priced in, beli sahamnya.

First level thinking itu simple, second level thinking itu lebih kompleks dan memikirkan outcome lain yang mungkin terjadi.

Quote dari Benjamin Graham,

“In the short run, the market is a voting machine but in the long run, it is a weighing machine.”

Jika dilihat dari bursa saham di Indonesia akan ada banyak kasus saham yang bergerak ga sesuai fundamentalnya, apakah permainan bandar?

Salah satu contoh yang mungkin bisa dipakai adalah kasus Trada Maritime (TRAM), Bumi Resources (BUMI) atau bahkan Central Proteina Prima (CPRO). Saya ga bilang kedua perusahaan ini “jelek” tetapi bisa dilihat di beberapa forum diskusi saham seperti Stockbit, banyak orang mempromosikan ketiga saham bahkan saya sendiri untuk CPRO (:P) ini sebagai the next big thing. Mungkin ketiga saham ini bisa dipakai sebagai contoh nyata dari TGFT, kita sudah punya saham itu dan kita “mempromosikan” agar akan greater fools yang akan beli di harga yang lebih tinggi.

Jadi kita mungkin perlu bertanya ketika ada stock research yang ditulis oleh sekuritas atau penulis independen seperti saya :peace, apakah mereka sedang bermain  “Who’s The Greater Fool?” 

Satu lagi quote dari Robert Shiller,

“This may sound like a crazy game, but if others are playing it, we must too. The outlook for the economy depends on how this convoluted beauty contest plays out.”

Jadi, ketika kita memilih untuk bermain “Who’s The Greater Fool?” kita harus punya level berfikir yang lebih tinggi dan kita bermain dengan pemain yang punya kartu lebih bagus dari kita.

Contoh lainnya adalah seperti pada kasus batu akik di Indonesia akhir-akhir ini.

First level thinking: Semua orang beli akik, harganya bakal naik, ayo beli akik.

Second level thinking: Semua orang beli akik, harganya sudah overpriced, ayo jual akik.

Saran untuk orang yang ingin masuk ke dunia investasi, cari orang yang benar-benar anda percaya untuk memberikan advice dan jangan terima mentah-mentah advice dari orang, setidaknya konfirmasi dulu dengan browsing di internet atau bertanya ke orang lain. Jangan sampai anda yang jadi The Greater Fool.

GreaterFool

Artikel berkaitan:

Greater fool theory – wikipedia

The Keynesian Beauty Contest and Higher Level Thinking

The Greater Fool Theory: Managing and Modeling Risk

Second Level Thinking about Sector Investing

Greater Fool Theory: Investing For Suckers

The Greater Fool Theory and Investing

Facebook Comments

please insert your comment