6 Reasons To Buy Ultrajaya (ULTJ)

in Stock Pick by

Manajemen yang solid dengan orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya dan kepemilikan insider (pemilik yang juga masuk dalam jajaran manajemen) keluarga Prawiradijaja.

Untuk saat ini, manajemen perseroan terlihat dalam kondisi yang baik dengan orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya. Sebagian besar saham ULTJ dimiliki oleh keluarga Prawiradijaja. Komposisi pemegang sahamnya juga tidak banyak berubah, dari 2008

Screen Shot 2015-11-02 at 3.00.27 PM

Screen Shot 2015-10-31 at 9.17.06 AM

Perusahaan juga jarang melakukan right issue (menerbitkan saham baru), terakhir tahun 2004, itu artinya perusahaan cukup baik mengatur keuangan dan mengambil hutang untuk membiayai operasi dan ekspansi.

Screen Shot 2015-11-06 at 8.32.18 AM

Memiliki produk yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Screen Shot 2015-10-31 at 9.18.00 AMDua produk andalan ULTJ dan juga penyumbang pendapatan terbesar, susu UHT dan teh RTD dalam karton (teh kotak) mempunyai pangsa pasar yang sangat baik (bisa dilihat dari chart di atas). Susu Ultramilk adalah susu cair dengan pangsa pasar terbesar nomor 1 di Indonesia, dan teh kotak adalah teh RTD dengan pangsa pasar terbesar nomor 4 di Indonesia. Produk-produk ULTJ juga telah mendapatkan banyak penghargaan sebagai brand terbaik di Indonesia.

Kemampuan menjalin kerjasama dengan perusahaan lain dan melakukan integrasi vertikal terhadap rantai suplainya.

Perusahaan giat menjalin kerjasama (JV) dengan perusahaan consumer goods lain seperti dengan Kraft dan Morinaga, Unilever dan terakhir dengan Ito En. Kerjasama ini baik untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Melihat penjualan Buavita ke Unilever maka kedepannya tidak menutup kemungkinan ada brand perusahaan lain yang mungkin akan dijual.

ULTJ menjalin kerjasama dengan Koperasi Peternak Susu (KPBS) di Bandung dan punya kerjasama perternakan percontohan, juga joint venture peternakan di Berastagi, Sumatera Utara yang dalam materi public expose dinyatakan akan mempunyai 23.000 ekor sapi (11.800 ekor di 2016). KPBS sendiri penyalur susu untuk 3 perusahan dairy besar di Indonesia, Ultrajaya, Frisian Flag dan Indolakto (Indofood).  Dua kerjasama ini diharapkan dapat paling tidak menjaga gross margin ULTJ atau lebih baik lagi, menaikan gross margin.

Konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih rendah.

Melihat data konsumsi susu per kapita Indonesia yang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan negara ASEAN lain maka prospek usaha kedepan dan pertumbuhan ULTJ masih cukup baik.Screen Shot 2015-10-31 at 9.19.24 AM

PBV dan PE yang dibawah rata-rata 3 dan 5 tahun, juga rasio-rasio keuangan yang lebih baik dari perusahaan makanan dan minuman lain.

Screen Shot 2016-07-13 at 8.14.52 AM Screen Shot 2016-07-13 at 8.15.12 AM Screen Shot 2016-07-13 at 8.19.41 AM Screen Shot 2016-07-13 at 8.20.51 AM

Kemampuan untuk selalu mencetak laba dan laba yang terus naik.

Pada 2015 ULTJ mencetak record profit sebesar 534,7 Milyar Rupiah, dan sejak 2009, profit ULTJ naik dan hanya turun pada 2013-2014.

Earning Growth (2)

 

Supaya seimbang, berikut beberapa alasan untuk mempertimbangkan kembali jika ingin membeli ULTJ.

Berkompetisi di pasar yang sangat kompetitif.

Pasar untuk produk teh dalam kemasan (botol dan karton) sangat kompetitif, begitu juga pasar untuk produk susu dalam kemasan. ULTJ saat ini unggul dalam produk teh dalam kemasan karton tetapi tertinggal pada produk teh dalam kemasan botol. Untuk produk susu dalam kemasan juga ada 4 pemain besar lain yaitu indolakto (indomilk), frisian flag, milo dan real good.

Keberlanjutan jajaran manajemennya.

2 dari 3 direktur ULTJ berasal dari keluarga Prawiradijaja, dan keduanya sudah cukup berumur, sedangkan dalam jajaran manajemen senior belum ada yang berasal dari keluarga Prawiradijaja. Apakah selanjutnya tidak ada keluarga Prawiradijaja lagi yang duduk dalam jajaran direktur? Jika ada, melihat mereka belum masuk dalam jajaran manajemen senior apakah akan sebaik yang sekarang?

Laba yang kurang stabil dan bukan perusahaan yang rajin membagi dividend.

Pada awalnya ULTJ merupakan perusahaan yang rajin membagi dividend, tetapi sejak negara api :p (krisis 97-98) menyerang ULTJ hanya membagi saham pada tahun tertentu saja. Sejak krisis sepertinya ULTJ hanya membagi dividend pada saat net incomenya turun seperti tahun 1999, 2002 dan 2005.

Dividend

Pergerakan saham yang kurang aktif.

Saham masyarakat memang cukup tinggi, yaitu sekitar 35% dari saham outstanding, tetapi volume hariannya sangat kecil.

 

Note: Per 1Q2016 profit ULTJ sebesar 169 Milyar Rupiah, naik 11.6% dari 1Q2015, jika berlanjut, maka tahun ini ULTJ akan mencetak record profit lagi. Return ULTJ dalam 3 tahun terakhir juga relatif rendah jika dibandingkan dengan perusahaan consumer goods lainnya.

Return consumer goods
Return consumer goods

Analisa perusahaan saya yang lain: 

Waskita Karya – The Integrated Construction Company

Indah Kiat Pulp & Paper – Promising or Not?

Adira Dinamika Multi Finance: Dividend Play

6 Reasons To Buy Ultrajaya (ULTJ)

Jasa Marga (JSMR): Bargain Stock

Agung Podomoro Land (APLN): Good or Bad?

Asuransi Dayin Mitra (ASDM): Continuously Growing Since 2008

Soechi Lines (SOCI): Calm Ocean Ahead

Matahari Department Store (LPPF): The Best Company Listed in IDX

 

9M 2016 Update

Laba bersih ULTJ naik dari Rp 401M menjadi Rp 555M pada September 2016 atau 38.4%, kenaikan ini didukung oleh pendapatan yang naik 5.5% dari Rp 3.2T menjadi Rp 3.4T. Margin tahun ini juga semakin membaik dan menjadi yang terbaik dalam sejarah ULTJ, gross margin menjadi 34.5% dibanding tahun lalu 31.3%, profit margin juga membaik menjadi 16.1% dari 12.2%. Berikut valuasi ULTJ menggunakan data laporan keuangan per 9M 2016.

Valuasi ULTJ
Valuasi ULTJ

ULTJ Update (31 Maret 2017)

Pendapatan FY 2016 naik 6.6% dari Rp 4.39T menjadi Rp 4.68T, sedangkan laba bersih naik 35% dari Rp 523.1M menjadi Rp 709.8M. GPM naik dari 31.5% menjadi 34.9% dan NPM naik dari 11.9% menjadi 15.1%.  Menggunakan hasil FY 2016, maka valuasi ULTJ per 31 Maret 2017 adalah sebagai berikut.

Valuasi ULTJ 31 Maret 2017

Facebook Comments

please insert your comment